Elektronika · Introduction

The Art of Electronic Devices Hacking

Malam minggu harusnya dihabiskan untuk melakukan hal produktif, #SayNoToValentineDay. Salah satu hal produktif yang bisa seorang mahasiswa elektro lakukan adalah hacking peralatan elektronik di sekitarnya.

Introduksi

Hacking lebih dikenal sebagai usaha untuk menjebol masuk ke dalam sistem untuk mengubah perilakunya, orang yang melakukan hacking disebut hacker. Well secara teknis betul sih, tapi dalam dunia electronic hobbyist, term hacking adalah usaha mengubah (alter) fungsi biasa dari sebuah perangkat. Karena tulisan ini berada dalam konteks elektronika, maka kita akan gunakan definisi terakhir (yang tentu saja saya buat sendiri, haha).

Melakukan hacking meniscayakan interaksi dengan perangkat yang ingin di-hack. Nah dari titik ini, pengalaman dalam menangani berbagai protokol komunikasi yang digunakan perangkat tersebut menjadi penting. Selain itu, sifat modular dari perangkat tersebut akan menentukan skill level yang diperlukan. Maksud dari modular adalah masing-masing bagian (komponen) pada perangkat target saling independen, jadi komponen-komponen tersebut dapat dipisahkan dan dikombinasikan untuk menjalankan fungsi yang berbeda. Semakin modular suatu perangkat, maka semakin mudah perangkat tersebut untuk di-hack.

Contoh perangkat modular adalah Project Ara, sebuah smartphone besutan Google yang setiap komponennya dapat dilepas. Sementara smartphone pada umumnya sangat tidak modular.

Project Ara
Project Ara
Exploded View dari Smartphone generik
Exploded View dari Smartphone generik

Modularitas Perangkat

Perangkat yang modularitasnya rendah umumnya sulit untuk diutak-atik. Jika sudah begini, pengalaman dalam mengenali dan memahami mekanisme komunikasi akan sangat berguna. Untuk mengatasi pengalaman yang kurang, kita bisa menonton video-video teardown perangkat di youtube, misalnya. Bisa juga dengan sering bongkar-bongkar perangkat lama kita yang sudah rusak.

Misalkan kita punya flashdisk yang sudah lama tak terpakai, jika dibongkar kita akan dapati chip controller dan NAND flash chip. Chip controller bisa diprogram sesuai keinginan kita, dan NAND Flash bisa dipakai untuk menyimpan data.

Internal view dari flashdisk (tampak: NAND flash chip)
Internal view dari flashdisk (tampak: NAND flash chip)

Sayangnya kedua chip tersebut tidak mudah di-interface, kita harus banyak membaca datasheet untuk membuatnya bekerja. Melakukan desoldering, membuat PCB, dan memastikan chip tersebut bekerja baik adalah tugas seorang insinyur elektro.

Namun kalau melihat telepon genggam jaman dulu, kita bisa temukan banyak bagian yang bisa dimanfaatkan, misalnya nokia 3310 yang legendaris itu ternyata layarnya bisa dipakai untuk membuat game console!

Nokia 3310
Nokia 3310

 

Gamebuino - Game console yang memakai LCD nokia 3310
Gamebuino – Game console yang memakai LCD nokia 3310

Impresi

Artikel ini memaparkan sekilas mengenai hacking perangkat elektronik. Secara umum, hacking merupakan skill yang harus dibiasakan agar dapat semakin piawai membongkar dan menggabung berbagai perangkat elektronik. Salah satu website yang sering mendemonstrasikan electronic device hacking adalah hackaday.com, it’s worth to visit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s