Thought Note

Gunakan Bahasa Pemrograman Pada Tempatnya

Mengutip perkataan “buanglah sampah pada tempatnya”, kita mestinya membuang memakai bahasa pemrograman pada tempat, konteks, dan waktu yang tepat!

Saat menulis program, kita inginnya cepat dan cepat. Cepat eksekusinya, dan cepat proses developingnya. Kita juga punya kecenderungan untuk memakai bahasa tertentu–bahkan untuk keperluan apapun. Misalnya saja Mas gondrong pencinta bahasa C, mau urusan embedded system pakai C, sorting string pada file pakai C, membuat aplikasi Android pakai C (tidak percaya? Bisa lho.), membuat kernel dengan C, membuat aplikasi server dengan C. Mas gondrong sangat memuja-muja C.

Sebetulnya tak ada yang terlalu salah dengan Mas gondrong, ia mengandalkan C untuk menyelesaikan segalanya. Namun, saat kita melihat ia bekerja membuat program sorter ia kesulitan mencari library yang mantap, meskipun ia tak kesulitan saat bekerja di embedded system, dan saat bekerja di lingkungan Android dia betul-betul kesulitan.

Mas gondrong tentu tidak akan kesulitan membuat aplikasi Android dengan Java, bahasa yang memang seharusnya digunakan. Dan mungkin akan lebih mudah mensorting list dengan Lisp atau men-setup server dengan Perl misalnya.

Ada baiknya kita dengar cerita dari Google, raksasa internet. Google akhir-akhir ini banyak mem-port modul-modul yang tadinya ditulis dengan python, menjadi C. Alasannya tentu saja peningkatan performa. Lantas mengapa Google tidak langsung saja pakai C ya?

Python adalah bahasa interpreted, dalam arti Python tidak perlu dikompilasi untuk dijalankan, tujuan pemakaian Python adalah proses developing yang lebih cepat daripada C (meskipun Python juga dapat dikompilasi dengan sengaja menjadi bytecode yang akhirnya memberikan waktu eksekusi yang sama cepatnya dengan C, python memang semakin membaik), developer Google tidak ingin meng-compile source code C ribuan kali. Akan lebih baik suatu program baru dikembangkan dengan Python, dan setelah nyaris sempurna source code tersebut di-port ke bahasa lain.

Mahasiswa jurusan sains pasti kenal dengan Matlab, software komputasi yang powerful. Matlab sering dipakai untuk menghitung matriks, pemodelan, atau visualisasi data. Pada dasarnya mereka bisa saja memakai C untuk melakukan hal yang sama. Tapi yang ingin saya tekankan adalah akan lebih mudah dengan tool yang tepat.

Nah, sekarang kita beralih ke web programming. Jika ingin membuat halaman web dinamis berisi konten yang sangat cepat diupdate, HTML adalah pilihan yang jelek, kita punya PHP untuk halaman yang lebih fleksibel dan dinamis.

Saya ingin menekankan bahasa yang tepat untuk pekerjaan tertentu, ini mungkin akan membuat kita belajar bahasa-bahasa baru. Bisa saja Anda tidak sepakat sepenuhnya dengan tulisan ini, tapi saya pibadi sih tidak masalah. 🙂

Sekali lagi, buanglah sampah pada tempatnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s