Elektronika

Transistor, FPGA, System on Chip. Apa itu ya?

Transistor merupakan komponen paling mendasar dari perangkat digital. Beberapa jenis transistor adalah BJT (Bipolar Junction Transistor) dan MOSFET (Metal-Oxide-Silicon Field Effect Transistor). Perbedaan dari kedua jenis transistor tersebut adalah BJT bekerja pada dua kutub, dalam arti beroperasi dengan membuat gate elektron atau gate hole, sedangkan MOSFET hanya satu kutub, sehingga ada jenis NMOS dan PMOS MOSFET.

Transistor dapat dibuat menjadi sangat kecil dan terintegrasi dalam satu chip, yang disebut dengan IC (integrated circuit), meskipun didalamnya IC tidak hanya mengemas transistor. IC mampu mengemas puluhan hingga puluhan juta transistor. IC merupakan istilah umum yang merujuk pada komponen yang memuat komponen lain secara terintegrasi. Terdapat dua jenis IC yaitu IC digital dan analog.

Pada ranah IC digital, muncul berbagai istilah baru, beberapa diantaranya ada ASIC, PLA, PAL, CPLD, FPGA, prosesor, mikrokontroller, DSP (Digital Signal Processor), dan SoC (System on Chip).

ASIC (Application-Specific IC) adalah IC yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan tertentu, DSP Prosesor merupakan ASIC. ASIC dapat dirancang secara full-custom, menggunakan standar-cell, atau memakai gate-array yang lebih mudah dalam proses produksi. Rangkaian yang sudah dibuat pada ASIC bersifat permanen. Agar memudahkan proses design and test, maka dipergunakan ASIC yang dapat diprogram ulang (Programmable Logic Device). Ada berbagai jenis PLD yaitu PLA (Programmable Logic Array), PAL (Programmable Array Logic), CPLD (Complex PLD), dan FPGA (Field-Programmable Gate Array), keempat jenis ini berbeda pada sisi arsitektural saja.

Selain IC yang bersifat khusus, ada pula general-purpose IC yaitu yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai tugas. Prosesor adalah general-purpose IC yang melakukan operasi aritmatika dasar, logika, kontrol, dan input/output pada sistem sesuai instruksi yang diberikan. Meskipun terdapat register, prosesor tidak memiliki bagian untuk menyimpan seluruh instruksi yang dijalankan, prosesor hanya mengambil instruksi tersebut sesuai dengan yang diterima dari memory eksternal (RAM atau Flash).

Dalam embedded system digunakan mikrocontroller. Mikrokontroller merupakan IC yang menyatukan fungsi prosesor, memory flash, RAM, dan periferal input/output yang dapat diprogram ulang. Hanya saja, mikrokontroller umumnya memiliki memori yang kecil sehingga hanya cocok melakukan perkerjaan yang tidak terlalu berat, dan memerlukan daya yang relatif kecil.

Dalam kebutuhan sistem yang memerlukan daya kecil namun memiliki kemampuan setara prosesor (seperti dalam smartphone saat ini), maka digunakan SoC (System on Chip). Mirip seperti mikrokontroller, SoC menyatukan fungsi-fungsi dasar sebuah komputer, namun tanpa disertai memori, sehingga memerlukan RAM eksternal. Pada kasus lain, SoC dapat memuat mikrokontroler, prosesor, DSP prosesor, dan memory.

 

Ditulis oleh Rosmianto Aji Saputro di Bandung.

Iklan

One thought on “Transistor, FPGA, System on Chip. Apa itu ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s